Laman

Monday, January 09, 2012

Mengapa Semut tidak Dimangsa Si Kantong Semar?


Di dalam kantung tumbuhan “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.
Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan Nepenthes, mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Dan sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.
Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?
Semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama "nektar tersisa" yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu ini bertepatan dengan satu-satunya waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.

Pada gambar, kita dapat melihat tumbuhan kantong semar sebagai “perangkap serangga”. Namun, serangga-serangga tertentu lolos dari jebakan tumbuhan kantong semar. Misalnya, semut dapat hidup berdampingan dengan kantong semar. Secara ajaib, tumbuhan ini tidak mempedulikan keberadaan semut.
Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras, sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai "keseimbangan ekologi". Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu sang pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Mahakuasa atas alam semesta. Al Quran menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:
"Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al-Hasyr, 59:24)


copyright @http://harunyahya.com/

Dimana Inspirasi Itu Hadir


Malam hari adalah waktu yang tepat untuk mencari inspirasi. Di malam hari,, sebenarnya pikiran cenderung terbebas dari segala beban masalah. Kondisi alam yang sunyi dan tenang mendukung mood untuk menulis,, sekedar menyalurkan inspirasi di kepala kita terasa lebih mudah.
Suasana malam hari tampaknya merupakan kejaiban tersendiri yang dianugerahkan pada kita,, manusia. Di saat alam lelap dalam tidurnya,, ketenangan hadir dalam tiap jiwa manusia. Tampaknya,, malam hari memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin mencari ketenangan. Sehingga,, bagi yang ingin mencari tempat yang tenang,, sedari dulu sudah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa. Bagi saya,, malam hari adalah sebuah tempat tak terbatas dengan perjalanan waktu yang menyatu dengan persaaan.
Kita pun akan tersadar,, malam hari adalah tempat (sekaligus waktu) untuk mencari inspirasi. Wah,, ternyata alam sudah menyediakan menyediakan segalanya,, 

Menurut saya sendiri,, inspirasi mudah digali dalam keadaan yang hening,, waktunya luang dan saat keadaan psikologis kita sedang tidak stress.. Karena stress adalah penghambat terbesar kita untuk berfikir lebih kreatif.. Dimana saja,, kapan saja,, asalkan keadaan hening dan otak kita fresh,, belum ada kepenatan,, kita bisa menggali otak kita sedalam mungkin.
Tapi tidak menutup kemungkinan kalau kita bisa menggali inspirasi di keadaan yang berisik gan,, yang penting kita bisa berkonsentrasi pada pikiran kita..

Saat (maaf) Buang Air Besar,, atau BAB. Pernah tidak BAB sambil berfikir,, pasti pikiran kamu kebuka,, karena saat BAB,,
kita mencoba berkonsentrasi pada hal lain selain yang sedang kita keluarkan,, dan biasanya kita bisa konsen full,, karena tidak ada kerjaan lain..


Saat tidur malem,, tapi tidak bisa tidur,, nah ini yang paling manjur,, pernah kan kamu udah terlentang di tempat tidur,, pingin tidur,, tapi tidak bisa- bisa..
Nah saat itu bisa dimanfaatkan untuk menggali inspirasi dalam otak kita,, karena semua aspeknya mendukung,, asalkan kita tidak mumet,, atau penat..

Sebuah Inspirasi Dari Kemerdekaan


Setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang kita cintai. Dalam benak kita sebagai generasi penerus bangsa adalah hasil jerih payah, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia oleh para pahlawan dan proklamator bangsa ini. Apa sebetulnya makna dan tujuan kita mengadakan peringatan hari kemerdekaan itu?
Pertama, untuk mendoakan para pahlawan kita.
Kedua, adalah untuk mengenang pengorbanan mereka.
Ketiga, ini sebetulnya yang paling penting, bagaimana kita dapat menimba teladan hidup dari mereka. Ibarat mercu suar di tepi laut, yang menjadi pedoman bagi semua nelayan, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita, sekarang dan masa depan yang penuh tantangan dan harapan.
Inspirasi apakah yang diwariskannya?
Inspirasi dan nilai-nilai yang dapat kita ambil dari peristiwa menjelang detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia.

Pertama, adalah Cita-cita yang jelas

Cita-cita para pahlawan yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Pembebasan ibu pertiwi dari penjajahan bangsa asing. Ini adalah cita-cita besar, cita-cita pribadi atau golongan tertentu. Bung Karno sebagai proklamator mengatakan supaya kita menggantungkan cita-cita kita setinggi langit. Cita-cita membuat kita bangun lebih pagi, membuat kita tahan lebih lama bekerja, di kota-kota besar bahkan terjadi tahan bekerja di bawah terik matahari, berdesak-desakan dalam bus untuk menemui nasabah atau calon pelanggan, bekerja sampai jauh malam, di kantor, jika memang ada pekerjaan yang mendesak.

Kalau anak-anak ditanya,”mau jadi apa kalau sudah besar?” mereka menjawab, “mau jadi dokter, perawat, pilot, atau pramugari.” Tidak ada yang menjawab ingin jadi pahlawan, karena pahlawan bukan pekerjaan, tetapi pahlawan adalah sebuah panggilan. Bila kita mengerjakan tugas-tugas kita bagaikan suatu panggilan, mengerjakannya dengan sepenuh hati, dengan rasa cinta, maka kitapun telah menjadi pahlawan dalam lingkungan kita.

Setiap jaman sebenarnya menyediakan tantangan dan kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan tindakan-tindakan besar, tindakan-tindakan bermakna, yaitu bila ia bekerja tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kebaikan orang lain, dan untuk kepentingan orang banyak.

Kedua, adalah Semangat Pantang Menyerah

Bila kita memiliki cita-cita yang jelas, tantangan atau godaan apapun tidak akan menggoyahkan kita. Kita tidak akan menyerah dengan mudah. Misalkan sebuah ilustrasi Columbus, “setelah sebulan berlayar, anak buah Columbus sudah putus asa. Pulau yang diimpikan belum juga kelihatan. Mereka terus mendesak Columbus untuk kembali ke Spanyol. Tetapi setiap kali didesak, Columbus menjawab, “ayo kita teruskan sedikit lagi.” Dan seterusnya kita tahu. Columbus dianggap menemukan benua Amerika, sekalipun benua ini sebelumnya sudah ditemukan dan dihuni oleh orang-orang Indian. Yang jelas, inilah hasil sebuah cita-cita besar yang diikuti dengan semangat pantang menyerah.

Jadi jangan mudah menyerah. Bila kita terus berjalan menuju ke arah cita-cita, pada suatu saat kita akan sampai di tempat tujuan. Seringkali hal itu terjadi justru pada saat kita sudah ada di ujung putus asa.

Ketiga, adalah Keberanian

Bung Karno dan kawan-kawanya pastilah bukan orang-orang pengecut. Beberapa kali dibuang oleh kolonial Belanda, tetapi beliau dan kawan-kawanya tidak pernah putus asa, dan tidak mau menempuh jalan aman dan penakut. Mereka dengan sadar memilih jalan sulit dan berbahaya. Mereka memilih menempuh jalan yang jarang dilalui. A road less traveled, kata penyair Robert prost. Mereka adalah para pemberani.

Ini perlu kita kita teladani sebagai generasi penerus bangsa dalam menjalani hidup ini. Cita-cita yang cemerlang sering kali gagal karena kita tidak memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Kita takut untuk memulai, kita takut untuk mengambil resiko, kita takut gagal. Semua rasa takut itu melumpuhkan kita.

“Jika anda memiliki keinginan, laksanakanlah. Keberanian memiliki kejeniusan sendiri.” Jelasnya kepandaian itu akan timbul bila kita memiliki keberanian. Keberhasilan hanya buat mereka yang berani. Dunia ini adalah untuk orang-orang pemberani.

Keempat, adalah Semangat Berkorban

Tidak ada yang gratis di bawah matahari. Demikian semboyan orang-orang bisnis. Saya kira semboyan itu benar sekali. Apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan. Bahkan kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita juga telah mengorbankan sesuatu yaitu kesempatan. Hidup ini memang menuntut pengorbanan.

“ pengorbanan adalah sebuah kata yang indah dan dinamis. Karena itu perkembangan pengetahuan dan pengalaman dengan perubahan waktu identik dengan pengorbanan yaitu berubah dan berkembang.Setiap tindakan pengorbanan adalah pelayanan. Prinsip-prinsip pengorbanan adalah satu hal dan praktek-praktek yang didasarkan atas agama atau hal yang lain. Prinsip-prinsip ini adalah mutlak dan tak terpengaruh oleh ruang dan waktu. Seiring dengan perubahan, maka setiap zaman memiliki cara berkorban sendiri dan mempunyai kekhasan sendiri pula.

Bangga Sebagai Bangsa Indonesia
Kalau kita cermati dan hayati ketika kita berziarah ke taman makam pahlawan, di sana kita jumpai nama yang terukir indah, mungkin bisa jadi nama orang itu berasal dari daerah kita. Kita akan bangga membaca nama mereka. Para pahlawan yang gagah perkasa telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tanah air, demi kita generasi penerus, dan ini membuat kita bangga.

Karena pengorbanan mereka, kita bukanlah penumpang gelap, bukan penumpang gratis (free riders) di dalam Negara dan bangsa Indonesia ini. Kita sama-sama memiliki andil dalam Negara ini. Karena itu kita sebagai kaum muda penerus bangsa juga ikut memiliki hak untuk menentukan arah ke mana negara ini hendak di bawa.

Dengan bekal cita-cita, keberanian, semangat pantang menyerah, dan kemauan untuk berkorban di abad ke 21. suatu melinium baru yang penuh dengan tantangan. Satu dunia baru yang berani. “A brave new World.” Kaum muda wajib merenungkan untaian kata berikut : “Tiada pengorbanan yang sia-sia, Tiada rintangan yang tak dapat diatasi. Walaupun sedikit dari pelayanan ini, akan membebaskan kita dari cengkraman penderitaan.

Thursday, January 05, 2012

SAHABATKU

 SAHABAT "GARASI"


Disaatku butuh dirimu
Kuinginkan kau disisiku
Saat kau perlukan hadirku
Kujanjinkan ada untukumu


Jangan… pernah…
Tuk menghilang…



Kunantikan saat bersama
Penuh cerita dan ceria
redakan beban yang terasa
Memberi warna dalam jiwa
Ku akan selalu berjanji…
Untuk segera sampai nanti
Kan selalu ada untukmu temani harimu…

Jangan… pernah…
Tuk menghilang…
Karena kau lah…
Sahabatku…

Berjanjilah kau tak meninggalkanku
Dan Janjilah Kau tak melupakanku… nanti…
Dan kita harus selalu menjaga
Arti dari sebuah…
Persahabatan kita… ini…

Jangan… pernah…
Tuk menghilang…
Jangan… pernah…
Tuk menghilang…
Karena kau lah…
Sahabatku…

Bercermin dari AIR


Segalanya tercipta penuh hikmah,, begitupun air dengan berbagai sifatnya. Bukankah kita terlahir dalam kesucian,, sejernih air yang memancar dari sumbernya.


Berjalanlahlah di atas roda kehidupan,, tanpa merendahkan diri dan tanpa menyombongkan,, bukankah air yang tenang permukaannya selalu sama rata,, sisi satu tidak lebih tinggi atau rendah dari yang lain? Jauhilah sifat pasif,, bukankah beberapa penyakit lebih condong pada air yang menggenang. Bagai air yang mengisi tiap sudut ruang-ruang kosong,, hendaknya kita selalu menghiasi waktu dengan menunaikan semua kewajiban,, fleksible,, cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dahulukanlah pilihan yang lebih penting dari yang penting dalam menunaikan kewajiban,, sperti air,, selalu memenuhi ruang dengan mendahulukan bagian dasarnya. Letakkan langkah demi langkah menuju tujuan hakiki,, bak air dari hulu yang sukses smpai ke hilir.

Bersabar,, pantang menyerah,, diantara sifat air yang tercermin pada ombak yang tak kenal lelah menghantam kokoh nya batu karang. Ketika sbuah batu mencebur dalam kolam air,, perhatikan setiap jengkal permukaan ikut bergetar,, dan kan kembali tenang secra bersamaan,, hal ini menggambarkan kerjasama,, kepedulian,, kepekaan,, cinta dalam ikatan sosial. Ketika air menguap,, terdapat pula satu pelajaran berharga,, bahwa suatu saat kita pasti akan kembali pada sang pencipta.

Rupa wajah yang begitu tampan dan cantik,, keluarga yang begitu dicintai,, tanah,, rumah,, mobil,, perabot yang serba wah,, semua akan ditinggal sama sekali,, kecuali tiga,, amal jariyah,, anak sholeh,, dan ilmu yang bermanfaat. Wahai Tuhan kami,, tidaklah kau ciptakan semua ini dengan percuma. Maha Suci Engkau,, maka jauhkan kami dari azab neraka.