Segalanya tercipta penuh hikmah,,
begitupun air dengan berbagai sifatnya. Bukankah kita terlahir dalam
kesucian,, sejernih air yang memancar dari sumbernya.
![]() |
Berjalanlahlah di atas roda kehidupan,,
tanpa merendahkan diri dan tanpa menyombongkan,, bukankah air yang
tenang permukaannya selalu sama rata,, sisi satu tidak lebih tinggi
atau rendah dari yang lain? Jauhilah sifat pasif,, bukankah beberapa
penyakit lebih condong pada air yang menggenang. Bagai air yang
mengisi tiap sudut ruang-ruang kosong,, hendaknya kita selalu
menghiasi waktu dengan menunaikan semua kewajiban,, fleksible,, cepat
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dahulukanlah pilihan
yang lebih penting dari yang penting dalam menunaikan kewajiban,,
sperti air,, selalu memenuhi ruang dengan mendahulukan bagian
dasarnya. Letakkan langkah demi langkah menuju tujuan hakiki,, bak
air dari hulu yang sukses smpai ke hilir.
Bersabar,, pantang menyerah,, diantara
sifat air yang tercermin pada ombak yang tak kenal lelah menghantam
kokoh nya batu karang. Ketika sbuah batu mencebur dalam kolam air,,
perhatikan setiap jengkal permukaan ikut bergetar,, dan kan kembali
tenang secra bersamaan,, hal ini menggambarkan kerjasama,,
kepedulian,, kepekaan,, cinta dalam ikatan sosial. Ketika air
menguap,, terdapat pula satu pelajaran berharga,, bahwa suatu saat
kita pasti akan kembali pada sang pencipta.
Rupa wajah yang begitu tampan dan
cantik,, keluarga yang begitu dicintai,, tanah,, rumah,, mobil,,
perabot yang serba wah,, semua akan ditinggal sama sekali,, kecuali
tiga,, amal jariyah,, anak sholeh,, dan ilmu yang bermanfaat. Wahai
Tuhan kami,, tidaklah kau ciptakan semua ini dengan percuma. Maha
Suci Engkau,, maka jauhkan kami dari azab neraka.

No comments:
Post a Comment