Laman

Friday, June 14, 2013

Karena Guru Itu Mulia

    Kata guru berasal dari bahasa Sansekerta yang merupakan gaungan dari dua kata yakni : "gu" dan "ru" yang berarti kegelapan (darkness) dan terang (light). Seorang guru membawa muridnya dari ketidaktahuan menjadi tahu. Dia mengubah manusia dari tidak memahami menjadi mengeti. Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Artinya perilaku guru menjadi teladan bagi muridnya dan lingkungannya.
     Hanya orang yang memiliki panggilan hati nurani untuk menjadi guru yang dapat melaksanakan tugas yang amat berat tersebut. Dari semua itu apapun kompetensinya yang dimiliki guru, jika guru tidak dapat menarik perhatian siswa dan perilaku sehari-harinya tidak dapat mencerminkan pribadi guru yang pantas diteladani, orang tersebut tidak pantas disebut guru.

Menjadi Guru Yang Kreatif

Kompetensi Seorang Guru 
Keteladanan sudah menjadi semacam harga mati bagi semua profesi, terlebih profesi seorang guru. Sementara keteladanan identik dengan sifat seorang pemimpin yang baik. Kouzes dan Pousner dalam The Leadership Challenge menjelaskan riset mengenai karakter pemimpin yang dikagumi oleh para pengikutnya (orang yang dipimpin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 'apa yang diharapkan bawahan dari para pemimpinnya'. Penelitian dilakukan di hampir seluruh negara di lima benua selama tiga kurun waktu yaitu : 187,1995 dan 2002,Berikut lima karakteristik pemimpin yang paling dikagumi:

         1. Jujur.
             2. Berorientasi ke masa depan.
                 3. Kompeten.
                     4. Membangkitkan semangat.
                          5. Cerdas

Kelima karakter tersebut adalah karakter universal yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang dipimpin. Di dunia pendidikan, walaupun belum ada riset khusus tentang karakteristik guru yang diharapkan oleh para muridnya, banyak literatur yang menyatakan bahwa karakteristik di atas juga harus dimiliki guru dan pemimpin di dunia pendidikan.


No comments:

Post a Comment